7 Metode Belajar Membaca Al-Qur’an yang Paling Efektif dan Populer di Indonesia

Metode Belajar Membaca Al-Qur’an

Daarul Qur’an Wisatahati – Membaca Al-Qur’an adalah ibadah yang mulia bagi kita umat Islam. Di Indonesia, antusiasme untuk menguasainya sangat tinggi.

Kini ada beragam metode belajar membaca Al-Qur’an yang dirancang agar prosesnya lebih cepat dan efektif, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Jika Anda bingung harus mulai dari mana, mengenali metode-metode ini adalah langkah awalnya. Berikut adalah 7 metode belajar membaca Al-Qur’an paling populer dan terbukti sukses di Indonesia.

Baca Juga: “Metode Belajar Membaca Al Qur’an untuk Dewasa dari Nol: Panduan Praktis dan Efektif”

Metode Iqra’

Metode Iqra’ adalah yang paling legendaris dan hampir dikenal oleh semua Muslim di Indonesia. Metode ini banyak dipakai di TPQ, madrasah, dan majelis taklim di seluruh Indonesia.

Diciptakan oleh KH. As’ad Humam dari Yogyakarta, metode Iqra’ memiliki 6 jilid buku yang disusun bertahap: dari mengenal huruf hijaiyah hingga membaca ayat lengkap.

Kelebihan dari metode ini adalah sangat mudah dipraktikkan, bukunya tersedia luas, dan tahapannya terstruktur rapi. Sehingga membuatnya populer dan banyak dipakai di Indonesia.

Metode Qiroati

Metode Qiroati muncul sebelum Iqra’, dicetuskan oleh K.H. Dachlan Salim Zarkasyi. Metode ini lebih fokus pada standarisasi pengajaran dan kualitas guru.

Pada metode Qiroati, ditekankan pada ketepatan membaca sejak awal, bukan sekadar bisa. Artinya, peserta didik harus benar-benar mampu melafalkan huruf dan harakat dengan tepat sebelum naik ke tingkat berikutnya.

Kelebihan dari metode ini adalah penekanan kuat pada ilmu tajwid sejak dini. Umumnya, buku panduan Qiroati didistribusikan secara terbatas dan gurunya harus melalui proses sertifikasi khusus.

Metode Tilawati

Metode Tilawati dikembangkan oleh para pengajar Al-Qur’an dari Pesantren Darul Falah, Surabaya.
Ciri khasnya adalah pembelajaran melalui lagu atau irama rost yang membuat bacaan Al-Qur’an terdengar indah dan sesuai tajwid.

Kelebihan dari metode ini adalah fokus pada makhraj dan tajwid, melatih pelafalan dan irama bacaan, dan membiasakan santri membaca Al-Qur’an dengan tartil.

Metode Yanbu’a

Metode ini berasal dari Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus, yang diasuh oleh KH. Arwani Amin. Materinya hampir mirip dengan Iqra’, tapi dengan penekanan lebih kuat pada tajwid, fashahah (kelancaran), dan adab membaca Al-Qur’an.

Pada metode ini, materi disusun dengan mengacu pada Mushaf Standar Internasional (Mushaf Utsmani). Tujuannya agar pembelajar terbiasa dengan tanda baca yang digunakan di seluruh dunia.

Kelebihan dari metode ini adalah menanamkan akhlak Qur’ani, cocok untuk tahsin dan tahfidz, dan banyak digunakan di lembaga tahfidz nasional.

Metode Ummi

Metode Ummi dikenal dengan prinsip “mudah, menyenangkan, dan menyentuh hati.” Biasanya digunakan di sekolah Islam terpadu dan lembaga tahfidz.

Metode ini meenggunakan pendekatan talaqqi (guru membaca, murid meniru) dan menekankan penerapan tajwid secara praktis dengan irama khusus yang mudah ditiru.

Kelebihan dari metode ini adalah Pembelajar terbiasa membaca dengan irama yang indah, kualitas bacaan (terutama tajwid) dijaga dengan ketat melalui sistem kontrol mutu.

Baca Juga: “Keutamaan Sedekah Subuh dan Cara Mengamalkannya dalam Kehidupan Sehari-hari”

Metode An-Nahdliyah

Metode An-Nahdliyah secara khusus disusun oleh K.H. Munawir Kholid dan rekan-rekannya. Metode ini memiliki 6 jilid, dengan ciri khas yang membedakannya dengan metode lainnya.

Ciri khas metode ini adalah penggunaan tongkat tangan dengan tujuan untuk menjaga irama. Sehingga irama panjang pendek dalam bacaan Al-Quran bisa diatur.

Kelebihan dari metode ini adalah memiliki kekhasan dalam pola nada yang mudah diikuti dan memperkuat tradisi pembelajaran Al-Qur’an di pesantren.

Metode Wafa

Metode Wafa adalah salah satu inovasi baru dalam pembelajaran Al-Qur’an. Metode ini menggunakan pendekatan otak kanan sehingga lebih menekankan pada visualisasi, emosi positif, dan penghayatan makna ayat.

Fokus utama metode ini adalah 5T (Tahfidz, Tilawah, Tarjamah, Tafsir, dan Tafhim). Metode ini diinisiasi oleh Yayasan Syafa’atul Qur’an Indonesia (YAQIN).

Kelebihan dari metode ini adalah belajar terasa lebih menyenangkan, membentuk kedekatan emosional dengan Al-Qur’an, dan cocok untuk semua usia, terutama dewasa pemula.

Pilih Metode Belajar Membaca Al-Qur’an yang Tepat untuk Anda!

Setiap metode belajar membaca Al-Qur’an memiliki kelebihan dan pendekatannya masing-masing.
Yang terpenting bukan hanya memilih metode, tapi juga menjaga konsistensi dan niat ikhlas karena Allah.

Ingin belajar membaca Al-Qur’an dengan bimbingan guru berpengalaman dan metode yang tepat? Yuk bergabung bersama Daarul Qur’an Wisatahati! Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Share:

Daarul Qur'an Wisatahati

Daarul Qur'an Wisatahati

Yayasan Daarul Qur’an Wisatahati berkomitmen mencetak penghafal Al-Qur’an melalui beasiswa penuh bagi yatim dan dhuafa, serta menebar manfaat lewat santunan, wakaf, dan dakwah.

Home

Program

Donasi

Blog

Publikasi