Hari Guru Nasional: Rahasia Keberkahan Ilmu yang Harus Kita Ketahui!

Hari Guru

DaQu WisatahatiHari Guru Nasional selalu menjadi momen istimewa untuk mengingat betapa besarnya jasa para pendidik dalam membentuk karakter dan masa depan generasi penerus bangsa.

Namun, tahukah Anda, dalam kacamata Islam, penghormatan dan bakti kepada guru jauh melampaui seremoni satu hari?

Guru adalah Orang Tua Kedua, bahkan terkadang, ilmu yang mereka ajarkan membawa kita pada kebahagiaan hakiki, dunia dan akhirat. Sudahkah kita menunaikan hak mereka?

Baca Juga: “Catat! Inilah Waktu Terbaik untuk Sedekah Subuh”

Guru dalam Islam: Pewaris Para Nabi

Dalam Islam, kedudukan guru sangat mulia karena mereka adalah penyampai ilmu. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, namun mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang sempurna.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadits ini menegaskan jika guru dalam islam menempati posisi yang amat mulia. Bukan hanya sekedar profesi, tapi sebuah amanah kenabian.

Oleh karena itu, merayakan Hari Guru juga dapat dirtikan sebagai merayakan wasilah (perantara) ilmu dan iman.

Peran Guru Menurut Islam

Dalam islam, guru ditempatkan pada posisi yang mulia. Guru tidak hanya sekedar pengajar, tetapi juga pembentuk peradaban. Peran penting seorang guru diantaranya:

1. Guru Sebagai Jalan Sampainya Ilmu yang Bermanfaat

Guru menjadi pintu utama tersebarnya ilmu. Semakin banyak murid yang terbantu, semakin besar aliran pahala yang terus mengalir untuk guru.

2. Guru Berperan Membangun Peradaban

Peradaban Islam tidak pernah lepas dari kontribusi para guru, mereka membangun umat bukan hanya dengan teori, tetapi dengan akhlak dan keteladanan.

3. Guru Membentuk Akhlak, Bukan Sekadar Pengetahuan

Dalam Islam, ilmu tanpa akhlak adalah seperti wadah kosong. Guru berperan besar menanamkan adab, kesabaran, keteguhan, dan rasa takut kepada Allah dalam diri seorang murid.

Adab Murid kepada Guru: Kunci Keberkahan Ilmu

Seringkali, setelah lulus, kita lupa pada jasa para guru. Padahal, adab kepada guru adalah kunci keberkahan ilmu. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya mengajarkan adab kepada guru diantaranya:

  • Tawadhu (Rendah Hati): Jangan merasa lebih pintar atau menyepelekan pendapat guru, bahkan jika Anda sudah jauh lebih sukses darinya. Ilmu yang berkah datang dari hati yang menghormati.
  • Mendengarkan dengan Penuh Perhatian: Baik saat belajar di kelas atau bertemu di luar, dengarkan ucapan mereka seolah Anda baru pertama mendengarnya.
  • Mendoakan Mereka: Setelah sholat, sempatkan mendoakan guru. Ini adalah bentuk bakti kepada guru yang paling murah dan paling bernilai di sisi Allah.
  • Tidak Memotong Pembicaraan: Tunggu hingga guru selesai berbicara. Ini menunjukkan penghormatan yang tinggi.

Baca Juga: “7 Amalan Ringan yang Pahalanya Terus Mengalir dan Mudah Dilakukan Setiap Hari”

Hari Guru Nasional: Momen Mengubah Penyesalan Jadi Kebaikan

Mengakui kesalahan dan penyesalan adalah awal dari kebaikan. Jika selama ini kita abai terhadap guru, gunakan momentum Hari Guru ini untuk mengubahnya. Rasulullah SAW telah bersabda:

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Berdasarkan hadits tersebut, dapat kita ambil kesimpulan jika besarnya pahala seorang guru, ilmu mereka menjadi amal yang tak terputus!

Hari Guru bukan hanya tentang perayaan, tetapi pengingat atas besarnya jasa para pendidik. Islam telah memuliakan guru sebagai pewaris nabi, penjaga ilmu, dan pembentuk akhlak umat.

Dengan memuliakan para guru, berrarti kita sedang memuliakan ilmu dan membuka pintu keberkahan hidup.

Mari kita pastikan bahwa kita bukan hanya mengingat guru saat Hari Guru, tetapi menjadikan doa dan penghormatan kepada mereka sebagai amalan rutin.

Dengan begitu, kita akan menjaga keberkahan ilmu yang mereka berikan, sekaligus memastikan aliran pahala guru terus mengalir hingga hari kiamat.

Share:

Daarul Qur'an Wisatahati

Daarul Qur'an Wisatahati

Yayasan Daarul Qur’an Wisatahati berkomitmen mencetak penghafal Al-Qur’an melalui beasiswa penuh bagi yatim dan dhuafa, serta menebar manfaat lewat santunan, wakaf, dan dakwah.

Home

Program

Donasi

Blog

Publikasi